Belajar Pertanian Sambil Mondok? Pesantren Alfukaat Tempatnya

Santri Pesantren Alfukaat belajar agribisnis melalui Program PRAKARSA di lahan pertanian.
Santri Pesantren Alfukaat belajar agribisnis melalui Program PRAKARSA di lahan pertanian.

Ada banyak orang tua yang ingin anaknya mondok, namun juga berharap mereka memiliki keahlian hidup untuk masa depan. Di saat sebagian besar pesantren fokus pada pendalaman agama dan adab, Pesantren Alfukaat memilih jalur yang berbeda: menghadirkan pendidikan agama bersama pendidikan agribisnis yang terukur, praktis, dan berorientasi masa depan.

Menariknya, nama “Pesantren Alfukaat” sebenarnya bukan nama resmi lembaganya. Pesantren ini memiliki nama asli Pesantren Insan Kamil — Institut Penguatan Kualitas Amal dan Ilmu. Namun masyarakat lebih sering mengenalnya sebagai Pesantren Alfukaat karena satu alasan sederhana: produk alpukat dan agribisnisnya lebih dulu populer. Nama panggilan itu melekat karena hasil kebun dan kualitas pembinaan pertaniannya sudah dipercaya banyak orang sebelum dunia mengetahui sistem pendidikannya.

Dari sanalah program PRAKARSA — Petani Berkarakter Santri muncul. Sebuah gerakan pendidikan yang menjadikan pertanian bukan sekadar keterampilan, tapi jalan hidup yang bermartabat.


Program Unik: Belajar Agama dan Agribisnis dalam Satu Atap

Perkumpulan santri Pondok Pesantren Insan Kamil Nganjuk
Perkumpulan santri Pondok Pesantren Insan Kamil Nganjuk

PRAKARSA dibangun atas keyakinan sederhana: santri juga bisa sukses sebagai petani modern. Di desa, di kota, maupun di pasar global, kebutuhan pangan tidak pernah berhenti. Dan di balik pangan yang baik, selalu ada petani yang kompeten.

Di Pesantren Insan Kamil (yang dikenal luas sebagai Pesantren Alfukaat), santri tidak hanya mempelajari ilmu fikih, tahsin, dan akhlak, tetapi juga:

  • Budidaya tanaman langsung di lahan praktik
  • Manajemen panen dan pascapanen
  • Pengelolaan agribisnis berbasis syariah
  • Pengolahan hasil pertanian
  • Pemasaran digital produk tani

Belajar berlangsung dengan konsep “learning by doing”, sehingga santri dapat melihat hasil nyata dari proses mereka. Setiap keberhasilan kecil dirayakan, setiap tantangan menjadi pelajaran berharga.


Terbuka untuk SMA/SMK hingga Mahasiswa Magang

Salah satu hal yang membuat PRAKARSA berbeda adalah akses pendidikannya yang luas. Program menerima:

  • Santri lulusan SMP yang ingin mondok sambil belajar pertanian
  • Siswa SMA/SMK untuk pelatihan kompetensi kerja
  • Mahasiswa perguruan tinggi untuk program magang / praktik lapangan

Semua mendapatkan pendampingan intensif dan praktik lapangan penuh. Tidak ada sekadar teori. Semua ikut bekerja. Semua terlibat. Semua berproses menjadi mandiri.

Karena di Alfukaat, pertanian bukan hanya profesi. Pertanian adalah ibadah.


Yang Istimewa dari Pesantren Alfukaat

Santri milenial belajar kewirausahaan di pesantren dengan suasana pelatihan bisnis.
Santri milenial belajar kewirausahaan di pesantren dengan suasana pelatihan bisnis.

Banyak tamu mengaku merasakan sesuatu yang khas saat memasuki area kebun: lingkungannya punya ruh pendidikan yang kuat. Bukan hanya soal hijau dedaunan, tapi tentang etos kerja dan kebersamaan para santri.

Santri PRAKARSA dikenal karena:

  • Disiplin dan tanggung jawab
  • Adab dan etika dalam bekerja
  • Kebiasaan menghargai alam dan sesama
  • Kepercayaan diri menghadapi masa depan

Di sinilah nilai tambah PRAKARSA: keterampilan bertani berjalan bersama pembentukan karakter. Keahlian dan akhlak tumbuh seimbang.

Baca Juga: Inovasi Pendidikan Pesantren Abad 21: Bisnis Santri Insan Kamil Jadi Contoh


Bekal Nyata untuk Masa Depan

PRAKARSA dirancang agar santri siap masuk dunia profesional atau mandiri secara ekonomi setelah selesai pendidikan. Masa depan mereka bisa beragam:

  • Petani modern
  • Pengelola kebun atau rumah kaca
  • Wirausaha produk olahan
  • Konsultan atau pendamping masyarakat bidang pertanian
  • Pengusaha agribisnis syariah

Bahkan bila nanti mereka bekerja di bidang lain, mereka membawa modal penting: mental pekerja keras, kemandirian, dan nilai agama yang kuat.


Gerakan Pendidikan untuk Kemandirian Umat

Satu per satu alumni PRAKARSA mulai mengambil peran: mengelola lahan keluarga, memulai usaha kecil, dan membantu petani lain. Mereka membawa semangat yang sama:

“Pertanian adalah sumber kehidupan.” Seperti ungkapan syair terkenal:

“ الفلاح سيد البلاد ومالكه الحقيقي”

Seorang petani adalah tuan dari sebuah negara dan pemilik wilayah yang sesungguhnya

Dari sinilah muncul keyakinan bahwa pendidikan pesantren dapat menjadi masa depan pertanian Indonesia. Saat sebagian orang memandang pertanian sebagai masa depan yang suram, Pesantren Alfukaat justru melihatnya sebagai ladang emas untuk membentuk generasi yang mandiri, religius, kompeten, dan bermanfaat bagi masyarakat. Di tempat ini, ilmu agama bertemu ilmu kehidupan. Tangan yang memegang cangkul juga hafal ayat, dan akhlak yang baik berjalan seiring dengan kecakapan bekerja.

Bagi keluarga yang merindukan pendidikan yang bukan hanya mengajarkan teori, tetapi menguatkan karakter sekaligus membekali keterampilan hidup, PRAKARSA jawabannya. Di sini, setiap santri dipersiapkan bukan hanya untuk lulus mondok — tetapi untuk menjadi pribadi yang siap menjemput masa depan.

📌 Bila Anda ingin putra atau siswa didik ikut mondok atau mengikuti pelatihan/magang Program PRAKARSA, kami dengan senang hati menyambut Anda.

Silakan menghubungi kami untuk informasi pendaftaran, kunjungan, atau konsultasi. Mari bersama mencetak generasi petani modern yang berkarakter santri.

2 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *