
Universitas Al-Azhar di Kairo, Mesir, adalah kiblat pendidikan Islam dunia. Oleh karena itu, menimba ilmu di Jami’ Al-Azhar adalah cita-cita luhur bagi ribuan pelajar Indonesia. Namun, untuk mewujudkan impian ini, Anda membutuhkan lebih dari sekadar semangat; Anda butuh peta jalan yang jelas dan terstruktur.
Penting untuk digarisbawahi, Cara kuliah di Al-Azhar dari Indonesia yang paling dianjurkan dan diakui secara resmi harus melalui jalur seleksi yang Pemerintah Indonesia koordinasikan. Sebab, jalur ini menjamin legalitas status anda sebagai mahasiswa. Selain itu, beberapa jalur lain memiliki kuota khusus dari Pemerintah Al-Azhar, di antaranya Jalur Gontor, PBNU, dan KEDUBES (Seleksi KEDUBES juga melalui Kemenag).
Yuk, kita bedah tuntas panduan langkah demi langkah ini, mulai dari persiapan berkas di Tanah Air hingga registrasi akhir di Bumi Kinanah.
Baca Juga: https://ponpes-insankamil.id/studi-timur-tengah-beasiswa-tips-lolos/
Langkah 1: Persiapan Dasar dan Administrasi Awal
Sebelum pendaftaran dibuka, Anda harus memenuhi beberapa prasyarat wajib. Pertama-tama, pastikan anda sudah lulus dari Madrasah Aliyah (MA), Pondok Pesantren setingkat, atau Sekolah Menengah Umum (SMU) yang ijazahnya telah muadalah (proses penyetaraan ijazah sekolah/pondok pesantren Indonesia dengan Universitas Al-Azhar).
Persyaratan Dokumen Kunci
- Ijazah/SKL Asli: Anda harus melegalisir dokumen ini melalui Kementerian Agama (Kemenag) dan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Tujuannya, prosedur legalisir ini memastikan Pemerintah Mesir mengakui keabsahan dokumen Anda.
- Transkrip Nilai/Rapor: Dokumen ini menunjukkan bukti konsistensi akademik Anda.
- Kemampuan Bahasa Arab: Meskipun tes seleksi akan menguji kemampuan ini, memiliki sertifikasi seperti TOAFL atau kemampuan yang teruji sangat membantu Anda.
Langkah 2: Mengikuti Seleksi Resmi di Indonesia
Kunci utama diterima di Al-Azhar adalah melalui tes seleksi.
A. Pendaftaran dan Seleksi Kemenag
Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia secara rutin membuka pendaftaran dan melaksanakan seleksi Kemenag Al-Azhar untuk menentukan calon mahasiswa baru.
Perlu diketahui, semua pendaftar—beasiswa dan mandiri—wajib mengikuti seleksi resmi yang Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Diktis) selenggarakan: pembuatan akun, unggah & verifikasi berkas, pembayaran biaya seleksi (bila ditetapkan), CBT, dan wawancara.
B. Tahapan Tes Seleksi
Tes ini umumnya terdiri dari dua bagian krusial:
- Ujian menggunakan sistem Computer Based Test (CBT): Tes ini menguji pengetahuan dasar keagamaan dan, terutama, kemampuan gramatikal Bahasa Arab (Nahwu dan Shorof).
- Ujian Lisan/Wawancara: Tes ini menguji kemampuan muhadatsah (berbicara), pemahaman teks (membaca kitab gundul), dan hafalan Al-Quran. Oleh karena itu, strategi terbaik adalah Anda mempersiapkan diri dengan hafalan Al-Quran dan kemampuan bahasa yang memadai.
Langkah 3: Pengumuman dan Administrasi Kelulusan
Selamat! Jika Anda dinyatakan lulus seleksi, kini saatnya Anda mengurus administrasi kelulusan.
Tahapan Setelah Lolos Seleksi Kemenag
Setelah Anda lulus seleksi nasional, Markaz Tathwir Ta’lim At-Thullab Al-Wafidin wa Al-Ajanib—lembaga resmi yang menangani mahasiswa asing di Universitas Al-Azhar—akan menerima pengajuan nama-nama peserta. Selanjutnya, para peserta akan mengikuti tahapan lanjutan seperti Ikhtibar Tahdid Mustawa.
Penting untuk dicatat, calon mahasiswa harus melakukan proses pemberkasan dan pendaftaran akhir ke Universitas Al-Azhar secara mandiri. (Maka dari itu, beberapa calon mahasiswa memilih menggunakan mediator pemberangkatan ke Mesir untuk memudahkan urusan keberangkatan, pemberkasan, tempat tinggal, dan perkuliahan).
Ikhtibar Tahdid Mustawa (Ujian Penentuan Level):
- Anda akan mengikuti ujian ini untuk menentukan level penguasaan bahasa Arab.
- Hasil ujian ini akan menentukan durasi dan biaya kelas matrikulasi bahasa Anda.
- Biaya ujian ini adalah USD 50 (biaya bisa berganti setiap saat).
Pemberkasan dan Pendaftaran Akhir:
- Lakukan pendaftaran akhir dan pengurusan dokumen secara mandiri melalui lembaga yang ditunjuk, seperti Markaz Al-Azhar Indonesia atau Markaz Tathwir. Lembaga ini berada di bawah koordinasi Kemenag RI dan Universitas Al-Azhar.
- Siapkan biaya untuk kelas matrikulasi bahasa per level, yaitu USD 100 per level, yang sudah termasuk buku ajar.
- Selain itu, Anda akan memerlukan dokumen penting seperti ijazah yang sudah dilegalisasi, paspor, dan SKCK.
Legalitas Dokumen dan Visa:
- Pastikan Anda melakukan legalisasi ijazah di Kemenag, Kemenlu, dan Kedutaan Besar Mesir.
- Urus Visa Pelajar D-Student untuk studi di Kairo.
Keberangkatan dan Registrasi:
- Setelah semua proses selesai, Anda siap berangkat ke Mesir.
- Setibanya di sana, Anda akan mendaftarkan diri ke Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Mesir (PPMI Mesir).
Langkah 4: Keberangkatan dan Settling Down di Kairo
Setelah visa di tangan, Anda siap terbang ke Bumi Kinanah.
- Barang Bawaan: Fokuskan pada kebutuhan primer (obat-obatan pribadi, pakaian, dan buku-buku rujukan awal).
- Prosedur Kedatangan: Setibanya di Bandara Kairo (CAI), Anda akan melalui proses imigrasi. Biasanya, perwakilan dari Persatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir atau pihak mediator sudah siap membantu proses penjemputan dan pengantaran Anda ke tempat tujuan.
- Akomodasi: Mayoritas mahasiswa Indonesia memilih tinggal di sekitar kawasan Darrasah atau Hayyu Sabik karena dekat dengan area studi Al-Azhar. Segera cari kamar atau kontrakan yang nyaman.
Langkah 5: Registrasi Akhir dan Masa Orientasi di Al-Azhar
Di Kairo, perjuangan administrasi belum sepenuhnya usai. Oleh karena itu, Anda harus melakukan pendaftaran ulang fisik.
- Pendaftaran Ulang di Masyikhoh Al-Azhar: Anda wajib lapor dan melakukan registrasi ulang di kantor Masyikhoh Al-Azhar. Di sinilah anda akan mengurus kemahasiswaan dan penempatan fakultas secara resmi.
- Adaptasi Akademik: Kenali sistem perkuliahan di Al-Azhar yang fokus pada talaqqi (tatap muka langsung) dan sistem ujian komprehensif.
Semua langkah ini adalah bagian dari proses pendidikan Anda. Sesungguhnya, mengurus dokumen dengan disiplin memberikan Anda pelajaran pertama tentang tanggung jawab di negeri orang.
Semangat menimba ilmu di Al-Azhar! Jadikan diri Anda duta bangsa yang berprestasi dan menjaga nama baik Indonesia.
Siapkan dokumen dari sekarang dan ikuti timeline agar peluang diterima semakin besar.

