
Nganjuk – Pengalaman Kerja dan Pembentukan Karakter
NGANJUK– Kegiatan Praktik Kerja Industri (Prakerin) siswa Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) Aksepro resmi ditutup dalam sebuah seremoni hangat di Pesantren Insan Kamil Trayang, Nganjuk, pada Jumat, 21 November 2025. Selama dua bulan, program ini memberikan pengalaman berharga kepada siswa tidak hanya dalam keterampilan teknis, tetapi juga dalam pengelolaan usaha dan peningkatan kedisiplinan.
Acara penutupan dihadiri oleh sejumlah tokoh dari kedua institusi. Dari pihak Pesantren Insan Kamil, hadir Juhar Yohanis selaku Dewan Penasehat Pondok Pesantren, serta Rizqi Fadilla Ardiatmi yang mewakili Pimpinan Pondok, Kamal Musthofa. Turut hadir juga para pembimbing Prakerin, yakni Farah Fawzyah Husnaniati, Rima Hasna Fariha beserta para santri.
Sementara itu, pihak sekolah diwakili langsung oleh Kepala Sekolah MAPK Al-Hidayah, Wahyu Irvana, S.Pd., M.Pd., didampingi Irsyad sebagai guru pembimbing keterampilan yang intens memantau perkembangan siswa. Sejumlah santri juga turut menyemarakkan acara tersebut.
Fokus pada Pengelolaan Usaha dan Kedisiplinan

Kepala Sekolah MAPK Al-Hidayah, Wahyu Irvana, S.Pd., M.Pd., menyampaikan sambutan pembuka dengan permohonan maaf atas segala hal yang mungkin merepotkan pihak pesantren selama pelaksanaan prakerin. Wahyu mengungkapkan kebahagiaannya atas wawasan baru yang didapat, khususnya mengenai pengembangan usaha yang dikelola di lingkungan pesantren.
|Baca juga: https://ponpes-insankamil.id/https-ponpes-insankamil-id-domba-aqiqah-ternak-sendiri-dombastis/
Sambutan dilanjutkan oleh perwakilan dari Pesantren Insan Kamil, Farah Fawzyah Husnaniati. Ia memaparkan bahwa selama dua bulan, siswa putra banyak terlibat dalam kegiatan lapangan bersama santri laki-laki, sedangkan siswa putri lebih fokus pada aktivitas yang dibimbing langsung olehnya. “Prakerin ini bukan hanya menjadi wadah pembelajaran bagi anak-anak, namun juga menjadi wadah pelatihan kami untuk menjaga amanah mendidik anak-anak dengan sebaik-baiknya”.
“Kami harap ilmu yang didapat dari Ponpes Insan Kamil mampu dipraktekan untuk sekolah agar kebermanfaatannya lebih luas” tambah Jauhar Yohanis pada akhir sambutan.
Acara penutupan diakhiri dengan pembacaan doa oleh Jauhar Yohanis, Dewan Penasehat Pondok Pesantren. Kemudian dilanjutkan dengan sesi penyerahan hadiah apresiasi dan foto bersama sebagai simbol berakhirnya program prakerin yang sukses ini.
Program Prakerin di Pesantren Insan Kamil ini diharapkan menjadi landasan kuat bagi siswa TKJ Aksepro, membekali mereka tidak hanya dengan keterampilan teknis (TKJ), tetapi juga pembentukan karakter profesional dan kesiapan yang optimal untuk menghadapi dunia kerja di masa depan.

[…] Baca juga : Penutupan Prakerin TKJ Aksepro di Pesantren Insan Kamil Nganjuk, Siswa Raih Pengalaman Usaha dan Dis… […]